Selasa, 07 Juni 2016

Delay Baggage di Pesawat Malindo air Flight 301

Kami  travel ke Belanda, dan Negara-negara lain dimulai di Kamis, 5 Mei 2016. Kami berangkat dari bandara Bandung ke bandara Kuala Lumpur dengan pesawat malindo air flight 301 (malindo air - BDO from KUL (SCGWSU))  jam 02.05 PM. Tiba di Kuala Lumpur jam 05.10 PM. Kemudian dilanjutkan dengan pesawat Etihad esok hari 6 Mei 2016 jam 02.00 AM.

Perjalanan dari Bandung ke Kuala Lumpur lancar saja tapi masalah mulai muncul ketika kami mengetahui bahwa semua tas kami tidak dibawa oleh pesawat malindo air dari Bandung tanpa alasan yang jelas. Bukan hanya kami saja yang mengalami delay luggage tapi ada puluhan orang yang mengalami hal yang sama. Setelah mendesak minta penjelasan pegawai malindo air di bandara Kuala Lumpur, akhirnya kami mendapat informasi bahwa tas kami tidak dibawa dengan sengaja oleh pesawat malindo air (team pilot dan pramugrasi mengetahui hal ini) dikarenakan over baggage. Entah ini benar atau tidak. Sementara kami panik karena pesawat kami  berikutnya akan berangkat jam 02.10 AM waktu Malaysia, akhirnya kami minta pertanggung jawaban dari orang malindo air di bandara kuala lumpur agar segera mengirimkan tas-tas kami segera. Dan pihak malindo air di bandara Kuala Lumpur tidak dapat mengantar tas kami malam itu juga dan baru dapat mengantar ke Malaysia besok harinya tanpa bukti yang jelas.

Banyak informasi simpang siur tentang keberadaan tas kami, ada info yang mengatakan tas tsb masih ada di bandara bandung, ada juga yang mengatakan tas-tas kami ada di bandara Bali. Setelah debat panjang termasuk kami menghubungi pimpinan malindo air di bandara Kuala Lumpur via telp tapi no HP di-off dan juga via email yang tidak ada balasan hingga sekarang :

Pak Amir di amirhisham@ops.malindoair.com
Pak Yoga di yogarajah.murugesu@ops.malindo.com
Julian di customer_care@malindoair.com

Agar kami tenang juga, kami minta surat garansi atau bukti bahwa tas kami tidak dibawa atau delay baggage dengan bantuan seorang staff malindo air yang cukup banyak membantu kami saat itu sementara banyak staff malindo air yang mulai menghindar dan lama-lama menghilang entah kemana. Beliau yang membantu kami membuatkan kami surat pertanyaan dan surat PIR dan juga kami melaporkan kejadian ini kepada Petugas Keamanan Bandara Kuala Lumpur.
Tiba saatnya jam 02.00 AM pesawat Etihad kami dan akhirnya tanpa daya apapun, kami harus terbang juga ke Belanda tanpa membawa tas-tas bagasi kami. Jadi selama 9 hari ke depan kami akan liburan tanpa tas kami dan kami harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membeli kebutuhan kami selama disana. Pihak malindo air menjanjikan akan mengganti kerugian dengan membayar seluruh kebutuhan pakaian dan peralatan kami seperti tas,dll yang rencananya akan kami beli di Belanda. 

Cerita ini akan terlalu panjang jika diceritakan sehingga saya pikir akan lebih baik dibuat kronologisnya sehingga cepat terbaca. Semoga calon customer yang mau naik malindo air agar waspada naik pesawat ini dan berhati hati. Saya sarankan agar membawa barang-barang ke dalam kabin jika memungkinkan. Sama seperti pesawat saudaranya Li** air yang saat ini bermasalah saya sangat tidak merekomendasikan pesawat ini.

Hingga hari ini Jumat 27 Mei 2016 barang saya belum dikembalikan kepada saya tanpa alasan yang jelas dari malindo air. Saya telah mengirimkan email kepada customer service malindo air dan telah dijawab setelah beberapa hari oleh Julian dengan balasan dapat mengganti rugi kepada saya sebesar 50RM atau IDR 160,000. Dan ini merupakah penghinaan kepada saya dan teman-teman serta seluruh penumpang yang mengalami kejadian ini.

Kronologis kejadian delay baggage

1. Kami mengalami delay baggage pada saat kami berangkat dari Bandung ke Kuala Lumpur untuk flight kami selajutnya menuju Amsterdam.
           
2. Kami menggunakan pesawat Malindo air pukul 14.05 tanggal 5 Mei 2016 tujuan Bandung – Kuala Lumpur dan sampai  bandara KLIA 17.10 dengan no flight OD 301, sesampainya kami di Kuala Lumpur bagasi tidak terkirim dan akan dikirimkan ke kuala lumpur pada tanggal 6 Mei 2016 tanpa ada kejelasan jam berapa bagasi tersebut akan dikirimkan.

3. Pesawat kami dengan maskapai Etihad tujuan Kuala Lumpur – AMS (transit di ABU DHABI) berangkat pukul 02.00 tangal 6 Mei 2016 sehingga tidak memungkinkan kami mendapatkan bagasi kami di hari itu, akhirnya pihak MALINDO akan mengirimkan bagasi kami pada tanggal 7 ke hotel kami menginap di Amsterdam. Kami boarding menuju Amsterdam tanpa adanya baju dan juga barang-barang keperluan kami selama kami trip di Eropa.

4. Tanggal 7 pihak Malindo air memberi kabar bahwa mereka tidak dapat mengirim barang ke hotel kami dan kami harus menggambil ke bandara, barang tersebut di kirim melalui maskapai KLM. Tempat kami menginap cukup jauh dari bandara dan dengan  waktu kami yang terbatas akhirnya kami  tiba di bandara jam 6 sore , dari pihak KLM tidak ada yang mengetahui mengenai barang tersebut.  Dikarenakan pihak KLM tidak mendapatkan instruksi jelas dari Malindo air  sehingga barang tersebut akan dikirim kembali ke Kuala Lumpur menggunakan pesawat jam 9 malam, kami sudah memohon pihak KLM untuk menggambil barang tersebut dan kami disuruh menunggu hingga pukul 9. Pada pukul 8 barang kami dinyatakan sudah berada di pesawat dan sudah tidak bisa di ambil lagi.  Kembali kami di Amsterdam tanpa baju ganti dan juga kebutuhan kami di dalam koper serta oleh-oleh yang harus kami berikan kepada kerabat kami di Belanda pun tidak dapat kami berikan. Kami melapor kepada pihak Malindo air karena barang tidak dapat kami terima.  Trip saya selama di Belanda sangat terganggu hanya untuk mengurus masalah koper kami.