Kami travel ke Belanda,
dan Negara-negara lain dimulai di Kamis, 5 Mei 2016. Kami berangkat dari bandara
Bandung ke bandara Kuala Lumpur dengan pesawat malindo air flight 301 (malindo
air - BDO from KUL (SCGWSU)) jam 02.05
PM. Tiba di Kuala Lumpur jam 05.10 PM. Kemudian dilanjutkan dengan pesawat Etihad
esok hari 6 Mei 2016 jam 02.00 AM.
Perjalanan dari Bandung ke Kuala Lumpur lancar saja tapi
masalah mulai muncul ketika kami mengetahui bahwa semua tas kami tidak dibawa oleh
pesawat malindo air dari Bandung tanpa alasan yang jelas. Bukan hanya kami saja
yang mengalami delay luggage tapi ada puluhan orang yang mengalami hal yang
sama. Setelah mendesak minta penjelasan pegawai malindo air di bandara Kuala Lumpur,
akhirnya kami mendapat informasi bahwa tas kami tidak dibawa dengan sengaja
oleh pesawat malindo air (team pilot dan pramugrasi mengetahui hal ini)
dikarenakan over baggage. Entah ini benar atau tidak. Sementara kami panik
karena pesawat kami berikutnya akan
berangkat jam 02.10 AM waktu Malaysia, akhirnya kami minta pertanggung jawaban
dari orang malindo air di bandara kuala lumpur agar segera mengirimkan tas-tas
kami segera. Dan pihak malindo air di bandara Kuala Lumpur tidak dapat
mengantar tas kami malam itu juga dan baru dapat mengantar ke Malaysia besok
harinya tanpa bukti yang jelas.
Banyak informasi simpang siur tentang keberadaan tas kami,
ada info yang mengatakan tas tsb masih ada di bandara bandung, ada juga yang
mengatakan tas-tas kami ada di bandara Bali. Setelah debat panjang termasuk
kami menghubungi pimpinan malindo air di bandara Kuala Lumpur via telp tapi no
HP di-off dan juga via email yang tidak ada balasan hingga sekarang :
Pak Amir di amirhisham@ops.malindoair.com
Pak Yoga di yogarajah.murugesu@ops.malindo.com
Agar kami tenang juga, kami minta surat garansi atau bukti
bahwa tas kami tidak dibawa atau delay baggage dengan bantuan seorang staff malindo
air yang cukup banyak membantu kami saat itu sementara banyak staff malindo air
yang mulai menghindar dan lama-lama menghilang entah kemana. Beliau yang
membantu kami membuatkan kami surat pertanyaan dan surat PIR dan juga kami
melaporkan kejadian ini kepada Petugas Keamanan Bandara Kuala Lumpur.
Tiba saatnya jam 02.00 AM pesawat Etihad kami dan akhirnya
tanpa daya apapun, kami harus terbang juga ke Belanda tanpa membawa tas-tas
bagasi kami. Jadi selama 9 hari ke depan kami akan liburan tanpa tas kami dan
kami harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membeli kebutuhan kami selama
disana. Pihak malindo air menjanjikan akan mengganti kerugian dengan membayar
seluruh kebutuhan pakaian dan peralatan kami seperti tas,dll yang rencananya
akan kami beli di Belanda.
Cerita ini akan terlalu panjang jika diceritakan
sehingga saya pikir akan lebih baik dibuat kronologisnya sehingga cepat
terbaca. Semoga calon customer yang mau naik malindo air agar waspada naik
pesawat ini dan berhati hati. Saya sarankan agar membawa barang-barang ke dalam
kabin jika memungkinkan. Sama seperti pesawat saudaranya Li** air yang saat ini
bermasalah saya sangat tidak merekomendasikan pesawat ini.
Hingga hari ini Jumat 27 Mei 2016 barang saya belum
dikembalikan kepada saya tanpa alasan yang jelas dari malindo air. Saya telah
mengirimkan email kepada customer service malindo air dan telah dijawab setelah
beberapa hari oleh Julian dengan balasan dapat mengganti rugi kepada saya
sebesar 50RM atau IDR 160,000. Dan ini merupakah penghinaan kepada saya dan
teman-teman serta seluruh penumpang yang mengalami kejadian ini.
Kronologis kejadian delay
baggage
1. Kami mengalami delay baggage
pada saat kami berangkat dari Bandung ke Kuala Lumpur untuk flight kami
selajutnya menuju Amsterdam.
2. Kami menggunakan pesawat Malindo
air pukul 14.05 tanggal 5 Mei 2016 tujuan Bandung – Kuala Lumpur dan
sampai bandara KLIA 17.10 dengan no
flight OD 301, sesampainya kami di Kuala Lumpur bagasi tidak terkirim dan akan
dikirimkan ke kuala lumpur pada tanggal 6 Mei 2016 tanpa ada kejelasan jam
berapa bagasi tersebut akan dikirimkan.
3. Pesawat kami dengan maskapai
Etihad tujuan Kuala Lumpur – AMS (transit di ABU DHABI) berangkat pukul 02.00
tangal 6 Mei 2016 sehingga tidak memungkinkan kami mendapatkan bagasi kami di
hari itu, akhirnya pihak MALINDO akan mengirimkan bagasi kami pada tanggal 7 ke
hotel kami menginap di Amsterdam. Kami boarding menuju Amsterdam tanpa adanya
baju dan juga barang-barang keperluan kami selama kami trip di Eropa.
4. Tanggal 7 pihak Malindo air
memberi kabar bahwa mereka tidak dapat mengirim barang ke hotel kami dan kami
harus menggambil ke bandara, barang tersebut di kirim melalui maskapai KLM.
Tempat kami menginap cukup jauh dari bandara dan dengan waktu kami yang terbatas akhirnya kami tiba di bandara jam 6 sore , dari pihak KLM
tidak ada yang mengetahui mengenai barang tersebut. Dikarenakan pihak KLM tidak mendapatkan
instruksi jelas dari Malindo air
sehingga barang tersebut akan dikirim kembali ke Kuala Lumpur
menggunakan pesawat jam 9 malam, kami sudah memohon pihak KLM untuk menggambil
barang tersebut dan kami disuruh menunggu hingga pukul 9. Pada pukul 8 barang
kami dinyatakan sudah berada di pesawat dan sudah tidak bisa di ambil
lagi. Kembali kami di Amsterdam tanpa
baju ganti dan juga kebutuhan kami di dalam koper serta oleh-oleh yang harus
kami berikan kepada kerabat kami di Belanda pun tidak dapat kami berikan. Kami
melapor kepada pihak Malindo air karena barang tidak dapat kami terima. Trip saya selama di Belanda sangat terganggu
hanya untuk mengurus masalah koper kami.